Cari disini...
Advertorial
Penyerahan piala kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kaltim, Senin (28/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Bawaslu Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggencarkan sosialisasi ke berbagai sekolah. Melalui berbagai kegiatan edukatif, Bawaslu berharap kaum muda tidak hanya terlibat sebagai pemilih, tetapi juga berperan aktif dalam pengawasan Pilkada.
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto menyebut pihaknya telah melaksanakan hampir 400 kegiatan sosialisasi dengan intervensi mencapai 50 ribu peserta.
"Kami fokus selain mendorong keterlibatan publik untuk partisipasi, juga menggerakkan pelajar dan mahasiswa agar ikut serta mengawasi. Kami ingin pemilu ini tidak hanya menjadi milik penyelenggara, tetapi juga seluruh masyarakat," ujar Hari pada media ini saat dikonfirmasi dalam kegiatan sosialisasi partisipatif bersama pelajar di Gedung Pramuka, Jalan M Yamin Samarinda Ulu, Senin (28/10/2024).
Ia menegaskan bahwa peran pelajar dan mahasiswa sangat penting untuk menciptakan Pilkada yang bersih dan bermartabat. Dalam sosialisasi ini, terdapat sekitar 10 sekolah turut diundang dengan jumlah peserta mencapai hampir 200 pelajar.
Melalui program ini, Bawaslu mendorong pemilih muda untuk menjadi contoh dalam menjalankan hak pilih dengan bijak. Apalagi data data yang dihimpun ya ia mengatakan bahwa generasi milenial dan Z jadi penyumbang terbesar, sekitar 62 persen dari total pemilih.
"Kami ingin mereka menjadi teladan, terutama dalam melawan politik uang dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong serta isu SARA," tambahnya.
Selain itu, sosialisasi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang memiliki makna khusus bagi Bawaslu Kaltim. Ia mengungkapkan harapannya agar semangat sejarah perjuangan pemuda bisa menjadi inspirasi dalam membangun pemilu yang demokratis.
"Pemilu yang demokratis adalah pemilu yang melindungi hak memilih dan dipilih serta memastikan adanya penegakan hukum di dalamnya," tegasnya.
Dalam sosialisasi itu juga sekaligus menjadi momentum penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba menulis artikel dan video yang dibuat oleh Bawaslu Kaltim.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para pemuda yang telah menunjukkan partisipasi positif dalam berbagai lomba yang diselenggarakan oleh Bawaslu, seperti penulisan artikel dan pembuatan video.
"Karya mereka mencerminkan cita-cita untuk mewujudkan Pilkada yang bersih, tanpa kecurangan, dan menciptakan pemimpin yang lahir dari kontestasi ide, bukan berita bohong atau ujaran kebencian," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Advertorial

Penyerahan piala kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kaltim, Senin (28/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Bawaslu Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggencarkan sosialisasi ke berbagai sekolah. Melalui berbagai kegiatan edukatif, Bawaslu berharap kaum muda tidak hanya terlibat sebagai pemilih, tetapi juga berperan aktif dalam pengawasan Pilkada.
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto menyebut pihaknya telah melaksanakan hampir 400 kegiatan sosialisasi dengan intervensi mencapai 50 ribu peserta.
"Kami fokus selain mendorong keterlibatan publik untuk partisipasi, juga menggerakkan pelajar dan mahasiswa agar ikut serta mengawasi. Kami ingin pemilu ini tidak hanya menjadi milik penyelenggara, tetapi juga seluruh masyarakat," ujar Hari pada media ini saat dikonfirmasi dalam kegiatan sosialisasi partisipatif bersama pelajar di Gedung Pramuka, Jalan M Yamin Samarinda Ulu, Senin (28/10/2024).
Ia menegaskan bahwa peran pelajar dan mahasiswa sangat penting untuk menciptakan Pilkada yang bersih dan bermartabat. Dalam sosialisasi ini, terdapat sekitar 10 sekolah turut diundang dengan jumlah peserta mencapai hampir 200 pelajar.
Melalui program ini, Bawaslu mendorong pemilih muda untuk menjadi contoh dalam menjalankan hak pilih dengan bijak. Apalagi data data yang dihimpun ya ia mengatakan bahwa generasi milenial dan Z jadi penyumbang terbesar, sekitar 62 persen dari total pemilih.
"Kami ingin mereka menjadi teladan, terutama dalam melawan politik uang dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong serta isu SARA," tambahnya.
Selain itu, sosialisasi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang memiliki makna khusus bagi Bawaslu Kaltim. Ia mengungkapkan harapannya agar semangat sejarah perjuangan pemuda bisa menjadi inspirasi dalam membangun pemilu yang demokratis.
"Pemilu yang demokratis adalah pemilu yang melindungi hak memilih dan dipilih serta memastikan adanya penegakan hukum di dalamnya," tegasnya.
Dalam sosialisasi itu juga sekaligus menjadi momentum penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba menulis artikel dan video yang dibuat oleh Bawaslu Kaltim.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para pemuda yang telah menunjukkan partisipasi positif dalam berbagai lomba yang diselenggarakan oleh Bawaslu, seperti penulisan artikel dan pembuatan video.
"Karya mereka mencerminkan cita-cita untuk mewujudkan Pilkada yang bersih, tanpa kecurangan, dan menciptakan pemimpin yang lahir dari kontestasi ide, bukan berita bohong atau ujaran kebencian," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)