Cari disini...
Advertorial
Sosialisasi untuk meningkatkan peran mahasiswa mengawal Pilkada Serentak 2024 yang digelar oleh Bawaslu Kaltim, di UINSI Samarinda, Selasa (3/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengintensifkan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan partisipatif pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan yang digelar di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Selasa (3/9/2024).
Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung menyampaikan bahwa pihaknya fokus pada pengawasan partisipatif, yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam mengawasi setiap tahapan Pilkada, termasuk peserta dan penyelenggara.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk turut serta melaporkan atau memberikan informasi ketika menemukan dugaan pelanggaran," ujar Galeh pada media ini.
Galeh juga menekankan pentingnya keterlibatan pemilih muda, apalagi sekitar 60 persen pemilih dalam pemilu sebelumnya berasal dari generasi Z dan milenial. Oleh karena itu, Bawaslu Kaltim menjadikan pemilih pemula sebagai sasaran utama dalam sosialisasi.
"Kami juga menyasar anak SMA untuk sosialisasi, bukan hanya di tingkat provinsi, tapi juga di kabupaten, kota, hingga kecamatan," tambahnya.
Dalam rangka memperluas jangkauan sosialisasi, Bawaslu Kaltim menginisiasi gerakan "Bawaslu Mengawasi".
Kedepannya Bawaslu juga akan melibatkan 33 perguruan tinggi dan 209 sekolah di seluruh Kalimantan Timur dalam sosialisasi pengawasan Pilkada.
Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran dan memberikan informasi tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal Pilkada serentak, sehingga tercipta proses pemilihan yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dengan ini ia berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan Pilkada 2024, serta mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
Apalagi Kaltim masuk dalam kategori 11 provinsi rawan tinggi dalam tahapan pencalonan.
"Kita ingin semua elemen masyarakat bisa ikut mengawal semua tahapan Pilkada ini," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Advertorial

Sosialisasi untuk meningkatkan peran mahasiswa mengawal Pilkada Serentak 2024 yang digelar oleh Bawaslu Kaltim, di UINSI Samarinda, Selasa (3/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengintensifkan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan partisipatif pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan yang digelar di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Selasa (3/9/2024).
Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung menyampaikan bahwa pihaknya fokus pada pengawasan partisipatif, yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam mengawasi setiap tahapan Pilkada, termasuk peserta dan penyelenggara.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk turut serta melaporkan atau memberikan informasi ketika menemukan dugaan pelanggaran," ujar Galeh pada media ini.
Galeh juga menekankan pentingnya keterlibatan pemilih muda, apalagi sekitar 60 persen pemilih dalam pemilu sebelumnya berasal dari generasi Z dan milenial. Oleh karena itu, Bawaslu Kaltim menjadikan pemilih pemula sebagai sasaran utama dalam sosialisasi.
"Kami juga menyasar anak SMA untuk sosialisasi, bukan hanya di tingkat provinsi, tapi juga di kabupaten, kota, hingga kecamatan," tambahnya.
Dalam rangka memperluas jangkauan sosialisasi, Bawaslu Kaltim menginisiasi gerakan "Bawaslu Mengawasi".
Kedepannya Bawaslu juga akan melibatkan 33 perguruan tinggi dan 209 sekolah di seluruh Kalimantan Timur dalam sosialisasi pengawasan Pilkada.
Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran dan memberikan informasi tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal Pilkada serentak, sehingga tercipta proses pemilihan yang jujur, adil, dan berintegritas.
Dengan ini ia berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan Pilkada 2024, serta mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
Apalagi Kaltim masuk dalam kategori 11 provinsi rawan tinggi dalam tahapan pencalonan.
"Kita ingin semua elemen masyarakat bisa ikut mengawal semua tahapan Pilkada ini," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)