Advertorial

    Bawaslu Kaltim Gandeng Lembaga Pendidikan Ma'arif dan Pelajar untuk Perangi Hoax di Pilkada 2024

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    12 Oktober 2024 pukul 12:15 WITA

    Bawaslu Kaltim gandeng Lembaga Pendidikan Ma'arif NU dalam pengawasan partisipatif Pilkada Serentak 2024 di Hotel Puri Senyiur, Sabtu (12/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim tidak hanya fokus awasi proses tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada), tapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut terlibat dan menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi.

    Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung mengatakan dalam proses mengawasi jalannya Pilkada, salah satu langkah konkretnya adalah dengan menggandeng tokoh-tokoh masyarakat, organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), serta pelajar untuk melawan penyebaran hoax dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan. 

    Ia menekankan, peran dari tokoh-tokoh masyarakat ini sangat penting dalam menghadapi gempuran informasi negatif di media sosial. Apalagi, kata Galeh belakangan ini berseliweran informasi yang saling menjatuhkan dan menghujat, di mana itu sudah mulai merusak suasana Pilkada yang seharusnya berlangsung aman dan damai. 

    “Kami berharap para tokoh yang hadir di sini dapat menyebarkan informasi positif dan menangkal berita-berita negatif. Di media sosial, kita sering melihat serangan-serangan yang tidak sehat. Ini harus kita hentikan bersama,” ujar Galeh saat diwawancarai dalam kegiatan Sosialisasi bersama dengan Lembaga Ma'arif di Hotel Puri Senyiur, Sabtu (12/10/2024). 

    Menurutnya, organisasi besar memiliki peran yang kuat dalam meredam gejolak yang berada di tengah masyarakat, sehingga Bawaslu menggelar sosialisasi bersama dengan Lembaga Pendidikan Ma'arif yang berada di bawah naungan NU. 

    Melalui lembaga pendidikan ini, Galeh ingin agar generasi muda dapat dibekali dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemilu yang jujur dan berintegritas.

    Ia ingin kesadaran masyarakat meningkat bahwa perubahan kebijakan itu selalu dimulai dari Pilkada. Di mana Setiap pemimpin baru pasti membawa kebijakan baru. Untuk itu, sangat penting bagi para pemilih untuk memahami betapa pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas. 

    Pihaknya ingin membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Di mana ketika pelajar diberi informasi yang benar dan positif tentang pemilu, maka ke depan demokrasi di Indonesia akan semakin kuat dan sehat. 

    Sosialisasi ini juga dihadiri oleh berbagai perwakilan daerah, mulai dari Lembaga Pendidikan Ma'arif dari Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Timur dan juga Samarinda. 

    "Bukan cuma NU, lembaga lain juga ada kegiatan yang sama," pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Advertorial

    Bawaslu Kaltim Gandeng Lembaga Pendidikan Ma'arif dan Pelajar untuk Perangi Hoax di Pilkada 2024

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    12 Oktober 2024 pukul 12:15 WITA

    Bawaslu Kaltim gandeng Lembaga Pendidikan Ma'arif NU dalam pengawasan partisipatif Pilkada Serentak 2024 di Hotel Puri Senyiur, Sabtu (12/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim tidak hanya fokus awasi proses tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada), tapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut terlibat dan menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi.

    Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung mengatakan dalam proses mengawasi jalannya Pilkada, salah satu langkah konkretnya adalah dengan menggandeng tokoh-tokoh masyarakat, organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), serta pelajar untuk melawan penyebaran hoax dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan. 

    Ia menekankan, peran dari tokoh-tokoh masyarakat ini sangat penting dalam menghadapi gempuran informasi negatif di media sosial. Apalagi, kata Galeh belakangan ini berseliweran informasi yang saling menjatuhkan dan menghujat, di mana itu sudah mulai merusak suasana Pilkada yang seharusnya berlangsung aman dan damai. 

    “Kami berharap para tokoh yang hadir di sini dapat menyebarkan informasi positif dan menangkal berita-berita negatif. Di media sosial, kita sering melihat serangan-serangan yang tidak sehat. Ini harus kita hentikan bersama,” ujar Galeh saat diwawancarai dalam kegiatan Sosialisasi bersama dengan Lembaga Ma'arif di Hotel Puri Senyiur, Sabtu (12/10/2024). 

    Menurutnya, organisasi besar memiliki peran yang kuat dalam meredam gejolak yang berada di tengah masyarakat, sehingga Bawaslu menggelar sosialisasi bersama dengan Lembaga Pendidikan Ma'arif yang berada di bawah naungan NU. 

    Melalui lembaga pendidikan ini, Galeh ingin agar generasi muda dapat dibekali dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemilu yang jujur dan berintegritas.

    Ia ingin kesadaran masyarakat meningkat bahwa perubahan kebijakan itu selalu dimulai dari Pilkada. Di mana Setiap pemimpin baru pasti membawa kebijakan baru. Untuk itu, sangat penting bagi para pemilih untuk memahami betapa pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas. 

    Pihaknya ingin membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Di mana ketika pelajar diberi informasi yang benar dan positif tentang pemilu, maka ke depan demokrasi di Indonesia akan semakin kuat dan sehat. 

    Sosialisasi ini juga dihadiri oleh berbagai perwakilan daerah, mulai dari Lembaga Pendidikan Ma'arif dari Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Timur dan juga Samarinda. 

    "Bukan cuma NU, lembaga lain juga ada kegiatan yang sama," pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)