Advertorial

    Bawaslu Kaltim Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang, Galeh: Jangan ragu laporkan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 November 2024 pukul 11:15 WITA

    Kegiatan jalan santai yang diselenggarakan Bawaslu Kaltim di halaman parkir Mal Samarinda Square, Jalan M Yamin, Minggu (10/11/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim), menggelar kegiatan jalan santai dalam rangka sebagai puncak sosialisasi terkait dengan pengawasan partisipatif masyarakat di halaman parkir Mal Samarinda Square, Jalan M Yamin, Minggu (10/11/2024).

    Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung mengatakan bahwa kegiatan itu melibatkan sekitar 2.000 masyarakat Samarinda. Kegiatan ini, kata Galeh bertujuan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat dalam mengawal proses pemilu yang bersih dan adil.

    Dalam acara ini, Bawaslu mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam melakukan kontrol dan pengawasan terhadap berbagai bentuk pelanggaran pemilu, termasuk politik uang, isu SARA, dan ujaran kebencian. 

    Apalagi, menurutnya, menjelang hari pemungutan suara, potensi terjadinya politik uang biasanya meningkat. Fenomena ini dikenal dengan istilah "serangan fajar."

    “Kami berharap masyarakat dapat menolak politik uang seperti yang tertulis dalam kaos yang kami bagikan hari ini 'Tolak Politik Uang',” ujar Galeh.

    Ia juga menjelaskan bahwa kategori politik uang tidak hanya terbatas pada uang tunai. Pemberian dalam bentuk lain, seperti voucher atau barang selain dari bahan kampanye resmi, juga termasuk dalam kategori politik uang. 

    Lebih lanjut, meski Bawaslu Kaltim hingga saat ini belum menemukan indikasi pelanggaran ataupun temuan terkait politik uang, namun Galeh berharap masyarakat dapat bersama-sama menolak praktik politik uang serta melaporkannya jika ada indikasi pelanggaran tersebut.

    Melalui kegiatan ini, ia ingin seluruh masyarakat, khususnya Samarinda, semakin sadar akan pentingnya pemilu bersih dan terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.

    "Masyarakat juga kita minta jangan ragu untuk memberikan informasi adanya dugaan pelanggaran," harapnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Advertorial

    Bawaslu Kaltim Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang, Galeh: Jangan ragu laporkan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 November 2024 pukul 11:15 WITA

    Kegiatan jalan santai yang diselenggarakan Bawaslu Kaltim di halaman parkir Mal Samarinda Square, Jalan M Yamin, Minggu (10/11/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim), menggelar kegiatan jalan santai dalam rangka sebagai puncak sosialisasi terkait dengan pengawasan partisipatif masyarakat di halaman parkir Mal Samarinda Square, Jalan M Yamin, Minggu (10/11/2024).

    Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung mengatakan bahwa kegiatan itu melibatkan sekitar 2.000 masyarakat Samarinda. Kegiatan ini, kata Galeh bertujuan untuk meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat dalam mengawal proses pemilu yang bersih dan adil.

    Dalam acara ini, Bawaslu mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam melakukan kontrol dan pengawasan terhadap berbagai bentuk pelanggaran pemilu, termasuk politik uang, isu SARA, dan ujaran kebencian. 

    Apalagi, menurutnya, menjelang hari pemungutan suara, potensi terjadinya politik uang biasanya meningkat. Fenomena ini dikenal dengan istilah "serangan fajar."

    “Kami berharap masyarakat dapat menolak politik uang seperti yang tertulis dalam kaos yang kami bagikan hari ini 'Tolak Politik Uang',” ujar Galeh.

    Ia juga menjelaskan bahwa kategori politik uang tidak hanya terbatas pada uang tunai. Pemberian dalam bentuk lain, seperti voucher atau barang selain dari bahan kampanye resmi, juga termasuk dalam kategori politik uang. 

    Lebih lanjut, meski Bawaslu Kaltim hingga saat ini belum menemukan indikasi pelanggaran ataupun temuan terkait politik uang, namun Galeh berharap masyarakat dapat bersama-sama menolak praktik politik uang serta melaporkannya jika ada indikasi pelanggaran tersebut.

    Melalui kegiatan ini, ia ingin seluruh masyarakat, khususnya Samarinda, semakin sadar akan pentingnya pemilu bersih dan terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.

    "Masyarakat juga kita minta jangan ragu untuk memberikan informasi adanya dugaan pelanggaran," harapnya. (Adv)

    (Sf/Rs)