Advertorial

    Bawaslu Kaltim Ajak Generasi Muda Awasi Kampanye Hitam dan Politisasi SARA

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    23 November 2024 pukul 14:27 WITA

    Anggota Bawaslu Kaltim, Daini Rahmat. (Foto: Dok. Bawaslu Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam pengawasan kampanye hitam, politik uang, dan politisasi SARA menjelang Pilkada Serentak 2024.

    Dalam beberapa kegiatan, Bawaslu menyampaikan ajakan ini untuk bersama-sama melakukan pengawasan yang melibatkan pelajar, mahasiswa, influencer, komunitas pemuda, forum komunikasi umat beragama hingga akademisi.  

    Dikutip dari website Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), kampanye hitam merupakan tindakan menuduh salah satu pasangan calon (paslon) dengan tuduhan palsu atau belum terbukti, melalui hal-hal yang tidak relevan terkait kapasitasnya sebagai pemimpin, termasuk melakukan penghinaan terhadap seseorang, agama, ras, golongan, calon atau pemilih yang lain. 

    Anggota Bawaslu Kaltim, Daini Rahmat menjelaskan, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen pengawasan, terutama di media sosial.  

    “Mereka diharapkan mampu memantau, melaporkan, dan mengedukasi masyarakat terkait kampanye hitam, hoaks, dan isu negatif lainnya,” ungkap Daini.

    Untuk itu, menurutnya pendidikan politik harus terus dilakukan, termasuk dengan melakukan sosialisasi mendekati hari pencoblosan, baik dalam kegiatan formal dan non-formal seperti penyebaran informasi edukasi melalui media.

    Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat berkontribusi dalam menciptakan Pilkada yang bersih, juju  dan adil di Kaltim.

    “Kami ingin memastikan semua pihak memahami pentingnya pengawasan terhadap hoaks dan kampanye negatif, baik saat kampanye, pemungutan suara hingga rekapitulasi,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Advertorial

    Bawaslu Kaltim Ajak Generasi Muda Awasi Kampanye Hitam dan Politisasi SARA

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    23 November 2024 pukul 14:27 WITA

    Anggota Bawaslu Kaltim, Daini Rahmat. (Foto: Dok. Bawaslu Kaltim/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam pengawasan kampanye hitam, politik uang, dan politisasi SARA menjelang Pilkada Serentak 2024.

    Dalam beberapa kegiatan, Bawaslu menyampaikan ajakan ini untuk bersama-sama melakukan pengawasan yang melibatkan pelajar, mahasiswa, influencer, komunitas pemuda, forum komunikasi umat beragama hingga akademisi.  

    Dikutip dari website Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), kampanye hitam merupakan tindakan menuduh salah satu pasangan calon (paslon) dengan tuduhan palsu atau belum terbukti, melalui hal-hal yang tidak relevan terkait kapasitasnya sebagai pemimpin, termasuk melakukan penghinaan terhadap seseorang, agama, ras, golongan, calon atau pemilih yang lain. 

    Anggota Bawaslu Kaltim, Daini Rahmat menjelaskan, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen pengawasan, terutama di media sosial.  

    “Mereka diharapkan mampu memantau, melaporkan, dan mengedukasi masyarakat terkait kampanye hitam, hoaks, dan isu negatif lainnya,” ungkap Daini.

    Untuk itu, menurutnya pendidikan politik harus terus dilakukan, termasuk dengan melakukan sosialisasi mendekati hari pencoblosan, baik dalam kegiatan formal dan non-formal seperti penyebaran informasi edukasi melalui media.

    Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat berkontribusi dalam menciptakan Pilkada yang bersih, juju  dan adil di Kaltim.

    “Kami ingin memastikan semua pihak memahami pentingnya pengawasan terhadap hoaks dan kampanye negatif, baik saat kampanye, pemungutan suara hingga rekapitulasi,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)